Cerita Perjuangan Masuk Filsafat UI (2017)


Hello guys.. Kali ini saya bakal cerita mengenai pengalaman saya sendiri. Jadi yang akan saya ceritakan adalah perjuangan saya dalam menghadapi SBMPTN untuk masuk ke filsafat UI. Jadi di dalam cerita ini saya bukan bermaksud lain, yang saya inginkan hanya bisa memotivasi kamu semua. So simak cerita ini hingga selesai.

Terlahir di keluarga yang tidak terlalu miskin dan tidak terlalu kaya membuat saya hidup pada saat ini. Bersykur sudah pasti saya lakukan. Perkenalkan nama saya Teddy Juwandi. Tak ada yang istimewah dari saya, saya sendiri mungkin sama dengan beberapa anak lain yang punya keinginan dan mimpi tinggi, suka membaca, bermain gitar, olahraga, dan yang lainnya.

masuk filsafat

Singkat cerita saya sebenarnya adalah siswa yang berasal dari sebuah desa. Ketika kelas 5 SD saya pindah ke kota. Apa yang kamu bayangkan jika siswa dari desa pindah ke kota ? ya, kamu bisa bayangkan sendiri. Lanjut ke SMP. Ketika SMP saya masih tetap berada di sekolah swasta yang sama. Prestasi yang saya dapatkan ketika SMP juga tergolong biasa-biasa aja.

Sekarang adalah SMA. Saya yakin ketika kamu masuk ke kelas 1 SMA pasti ada suatu rasa bangga bagi kamu, ntah itu menggunakan seragam SMA atau ingin bertemu dengan teman SMA atau yang lainnya. Tapi masa SMA ini lah masa yang paling seru menurut saya. Kamu biasanya akan mencoba berbagai hal dengan teman seusia kamu.

Di SMA ini saya ambil jurusan IPA, ya karena dogma yang bertebaran di masyarakat luas kalau IPA itu lebih bagus dari yang lainnya menjadi alasan yang kuat tapi itu tidak sepenuhnya benar karena semua itu akan kembali lagi ke diri kamu masing-masing. Bagus atau tidak itu tergantung kepada diri kamu masing-masing. Jadi jangan ragu untuk memilih IPA, IPS, atau yang lainnya asalkan sesuai dengan passion kamu.

Ketika masuk ke cerita awalnya… Di kelas 3 SMA sebenarnya saya tidak mengenal sama sekali mengenai SNMPTN, SBMPTN, dan ujian mandiri. Di kelas 3 SMA sendiri saya merasa hal yang paling penting mungkin hanya UN tapi karena ada kabar kalau UN tidak menentukan kelulusan jadinya ya tidak ada lagi yang harus diprioritaskan ketika di kelas ini.

Pada awalnya rencana saya itu hanya masuk PTS lalu ambil jurusan Teknik Informatika. Lanjut cerita saya mulai galau karena ragu dalam memilih jurusan, rasanya saya tidak akan cocok dengan teknik informatika. Lanjut ke jurusan yang lain saya mulai tertarik dengan teknik sipil karena kata orang tua dan kabar lainnya kalau lulusan dari situ banyak gajinya. Gaji menjadi alasan utama saya ingin masuk ke jurusan tersebut. Disini saya masih berniat masuk swasta dan Unpar menjadi target saya pada saat itu.

 

Masuk ke bulan Febuari kalau saya tidak salah. Dua orang alumni masuk ke kelas kami. Tujuan mereka sebenarnya hanya untuk sosialisasi mengenai perkuliahan, baik itu PTN dan PTS. Dari sini lah saya mulai tertarik untuk masuk ke PTN, apalagi setelah mendengar kalau banyak beasiswa yang bertebaran disana dan juga uang kuliahnya akan sesuai dengan penghasilan orang tua kalau kamu keterima dari jalur SBMPTN dan SNMPTN. Disini saya mulai mengerti jalur masuk PTN dan PTS. Jadi saya ingin mengucapkan juga terima kasih buat para alumni tersebut.

Keitka saya berada di kelas 3 SMA semester 2 pada saat itu saya berada di tahun 2016. Jadi saya sama sekali tidak mencoba yang namanya SNMPTN dan SBMPTN pada saat itu. Rasanya kalau dicoba pada saat itu pasti tidak lulus dan juga saya agak ragu dengan masalah jurusan teknik sipil tersebut. Jadi saya sama sekali tidak mencoba SNMPTN dan SBMPTN di tahun terakhir saya SMA.

lelah belajar matematika

Habis tamat SMA tahun 2016 dan bekerja cuman 1 bulan membuat saya sadar. Kalau saya tidak kuliah dan tidak membuat perubahan yang besar maka hidup saya akan begini saja, tak akan ada yang berubah dari hidup saya. Kata-kata tersebut mulai memutar pikiran dan kepala saya.

Sekarang bulan Agustus tahun 2016 dan saya bilang ke orang tua saya bahwa saya ingin masuk PTN dan saya butuh bimbel. Pada bulan September saya ikut bimbel dan bulan Oktober saya keluar karena masalah dibiaya, akhirnya bimbel online menjadi pilihan saya.

Awal mulai belajar serius itu pada saat di bulan Januari. Setiap hari kerjaan saya cuman nonton bimbel online tersebut dan ngerjakan latihan dari berbagai macam website. Segala buku saya beli dan segala Try Out saya ikuti.

Pada awal belajar saya merasa kalau saya bodoh selama ini karena sebenarnya belajar yang beneran belajar itu seru dan mengasikkan. Belajar bukan hanya ketika kamu tahu mengenai rumus persamaan kuadrat atau yang lainnya ada hal yang jauh lebih penting dari hal tersebut, yakni proses kamu mengerti dan mencari tahu. Menurut saya hal tersebut adalah hal yang berguna dan akan membantu kamu dalam berpikir yang baik dan benar.

Ya, banyak juga yang mulai mempertanyakan kalau kamu tidak lulus bagaimana ? kenapa kamu nggak belajar sambil bekerja saja ? kenapa kamu mau masuk PTN ? kenapa.. kenapa.. dan kenapa… Itu semua bukan menjadi sebuah hal yang menjatuhkan saya, malah saya membalikkan hal tersebut agar bisa menjadi sebuah motivasi kepada saya. Jadi saya tidak akan banyak bicara dan saya akan membuktikan kepada mereka lewat pengumuman kelulusan nantinya.

Galau masalah jurusan akhirnya saya mulai menemukan jurusan yang benar-benar cocok dengan saya dan sesuai dengan passion saya. Psikologi dan filsafat menjadi jurusan yang akan saya tuju. Psikologi yang utama dan filsafat adalah cadangannya. Psikologi dan filsafat memang kedua hal yang berbeda dan sangat berbeda namun ada kesamaan dari kedua  hal tersebut. Belajar lebih jauh mengenai bagaimana kita memandang hidup ini, mempelajari sebuah mental manusia, dan yang lainnya membuat saya tertarik dengan kedua jurusan tersebut.

Pilihan saya adalah Psikologi UI, Filsafat UI, dan Filsafat UGM. Singkat cerita SBMPTN dilaksanakan pada bulan Mei. Selama bulan Januari sampai April kerjaan saya hanya belajar saja. Belajar bisa sampai 8 jam sehari di rumah, apalagi kalau pelajaran tersebut merupakan sebuah hal yang keren bagi saya. Btw saya ceritanya silang jurusan dari IPA ke IPS. Tidak terlalu susah untuk belajar IPS dari awal bagi saya yang dari IPA karena dasar belajar dari sana bisa saya terapkan untuk belajar IPS.

Sebelum SBMPTN saya mengikuti try out offline sebanyak 12 kali dan try out online sebanyak 10 kali. Memang hasilnya bermacam-macam tapi itu bisa membantu saya ketika SBMPTN nanti. Saya juga mengikuti grup soshum yang premium dengan harga 100rb saya bisa mendapatkan materi dan soal yang banyak serta tentor yang luar biasa, bagi kamu yang mau join grup ini silahkan hubungi saya lewat line : teddyjuwandi78.

Masuk ke h-1. Pikiran mengenai hari esok mulai menjadi-jadi. Tapi mau apapun yang terjadi esok itulah hasil usaha saya selama ini dan itu adalah kemampuan maksimal saya. Tibalah hari eksekusi dimana saya harus menjawab 150 soal dalam waktu yang cukup singkat. Semua rasa bercampur menjadi satu. Dari rasa takut, senang, dan yang lainnya. Bel berbunyi dan pengawas mulai mengumpulkan kertasnya dan saya mulai membuang ingatan mengenai ujian tadi.

Tibalah hari H pengumuman. Itu rasanya bercampur aduk apalagi ketika melihat grup di FB kalau banyak yang tidak lulus dan itu semakin membuat jantung saya semakin menggila. Pengumuman SBMPTN sebenarnya jam 2 siang tapi saya baru membuka ketika jam 6 malam karena belum kuat mental untuk membuka pengumuman tersebut.

Akhirnya saya buka pengumumannya dan ….

..

..

..

..

..

..

..

Duar…

lulus filsafat ui

Rasanya seperti biasa aja, tidak ada kesenangan dan yang lainnya. Mungkin karena lulus di pilihan dua tersebut. Ya dan akhirnya saya masuk ke Filsafat UI tahun 2017. Sayangnya tidak ada keterangan nilai yang diberikan di SBMPTN. Ini juga menjadi sebuah hal yang akan menimbulkan kecurigan para peserta kepada panitia SBMPTN. Jadi saya harap kedepannya mungkin panitia SBMPTN bisa memperlihatkan nilai SBMPTN kepada semua peserta sehingga semua peserta merasa adil.

Yang ingin saya sampaikan disini bukan mengenai perjuangan saya saja tapi makna lain dibalik itu. Kalau kamu punya mimpi atau angan-angan yang tinggi maka kamu juga harus siap mengorbakan hal yang berharga misalnya waktu, tenaga, dan uang kamu karena hal yang bagus tidak datang dengan cuman-cuman. Tapi percayalah ketika kamu serius dan mau maka tidak ada yang tidak mungkin. Saya juga dulunya berasal dari desa tapi sekarang saya kuliah di tempat yang bisa cukup membanggakan keluarga saya dan mungkin juga desa saya.

Bagi kamu yang belum keterima di PTN coba kamu renungkan kembali apa kesalahan kamu saat ini, kalau kamu bilang bahwa kamu sudah belajar dari sekian lama dan tetap hasilnya nol mungkin cara belajar kamu yang salah dan juga masalah keberuntungan, saya rasa keberuntungan hanya sebuah label bagi mereka yang tidak punya hal untuk diistimewakan karena keburuntungan juga tidak datang dengan gratis.

Bagi kamu yang ingin memberikan pertanyaan, kritik, atau yang lainnya komen dibawah ya…

 

  • Ridwan Septiadì

    Mantap .. ternyata ga cuma gw alumni yang nyoba sbm lagi, tapi satu hal yang pasti kita harus perjuangkan apa yang kita tuju ! Balas mereka dengan prestasi 😊

    • Mr. Juw

      You aren’t alone bro, wkwkwk…
      Yupz.. balas mereka dengan prestasi 😀

  • She-Ren

    Nice. Apa yg kita tanam itulah yg kita tuai. Semoga kita sama-sama sukses di dunia perkuliahan dan selanjutnya 😀 . Salam dari Pontianak, Kalbar :’v .

    • Mr. Juw

      Semoga kuliah @she_ren:disqus lancar juga ya 😀
      Salam kenal juga dari Medan 😀